Di Indonesia, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. R.A. Kartini dikenal sebagai sosok pahlawan perempuan yang berjasa besar dalam memperjuangkan hak perempuan, terutama dalam memperoleh pendidikan yang setara dengan laki-laki. Berkat perjuangan beliau, perempuan di Indonesia kini memiliki kesempatan yang lebih luas untuk belajar dan berkembang.
Dalam rangka menularkan semangat tersebut, Femaledigest bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti Tropicana Slim, Wardah Cosmetics, Paragon Corporation, dan Nutrifood mengadakan seminar dan diskusi bertajuk “Kartini Modern, Melek Finansial”. Acara ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Ibu Dedek Gunawan, S.E., M.A., CFP, seorang financial planner sekaligus Founder PBP, serta Ibu Diana Anggraini, S.T., M.Si., dosen di LSPR Institute of Communication and Business.
Dalam seminar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perempuan juga harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Hal ini karena pengelolaan keuangan dalam rumah tangga umumnya didominasi oleh perempuan (para istri). Selain itu, biaya hidup perempuan juga cenderung lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena produk yang dirancang khusus untuk perempuan, baik dari segi desain maupun fungsi, biasanya memiliki harga yang berbeda dibandingkan produk yang dapat digunakan semua gender.
Perempuan juga memiliki kemungkinan career break yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena berbagai faktor. Alasan keluarga, seperti mengurus anak, menjadi salah satu penyebab utama perempuan berhenti bekerja. Di sisi lain, angka harapan hidup perempuan juga lebih tinggi. Meskipun usia merupakan hal yang tidak dapat dipastikan, sebagai perempuan kita tetap perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik agar dapat menopang kehidupan di masa depan.
Selain itu, kondisi ekonomi yang fluktuatif dan sulit diprediksi juga menjadi alasan pentingnya perencanaan keuangan. Situasi tak terduga, seperti musibah atau kesulitan ekonomi, dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kita perlu memiliki perencanaan finansial yang baik agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Untuk melakukan perencanaan dan pengaturan keuangan yang baik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Jangan takut untuk berinvestasi. Sekecil apa pun uang “nganggur” yang kita miliki, jangan ragu untuk mulai berinvestasi, dengan catatan kita sudah memahami instrumen investasi yang dipilih.
Pisahkan rekening tabungan dari rekening operasional sehari-hari agar uang tabungan tidak terganggu. Simpan tabungan dalam bentuk yang tidak mudah diambil, seperti deposito.
Tunda checkout barang yang belum tentu dibutuhkan untuk menghindari pembelian impulsif yang berujung pada penumpukan barang.
Petakan tujuan finansial sesuai dengan kondisi kita agar lebih mudah dalam mengimplementasikannya.
Selanjutnya, terdapat siklus keuangan (financial stage), yang dimulai dari fase awal bekerja, peningkatan karier, hingga persiapan pensiun. Setiap tahap memiliki kebutuhan dan strategi keuangan yang berbeda, sehingga diperlukan perencanaan yang matang agar kondisi keuangan tetap stabil, terutama saat memasuki masa pensiun.
Di era serba digital seperti sekarang ini, kita dapat dengan mudah mengakses informasi kapan pun dan di mana pun. Kemudahan ini juga diikuti dengan berbagai layanan online, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, layanan pesan antar, transportasi online, hingga internet banking.
Namun, kemudahan tersebut bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi memudahkan aktivitas, tetapi di sisi lain dapat membuat kita menjadi lebih konsumtif. Saat ini, iklan di media sosial semakin marak dan sering kali menyesuaikan dengan aktivitas digital kita, atau yang dikenal dengan personalized marketing. Hal ini membuat kita lebih mudah tergoda untuk melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan urgensinya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan impulsive buying.
Kebiasaan tersebut tentu dapat mengganggu stabilitas finansial, seperti kesulitan menabung dan tidak memiliki dana cadangan untuk keadaan darurat. Jika dibiarkan, hal ini dapat merugikan dan menimbulkan penyesalan di masa depan. Untuk menghindarinya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Nonaktifkan notifikasi promo pada marketplace maupun aplikasi pesan antar.
Hindari penggunaan fitur paylater dan tidak menghubungkan aplikasi marketplace dengan rekening utama.
Tunda pembelian, dan jika setelah beberapa waktu masih ingin membeli, pertimbangkan kembali urgensinya.
Pisahkan rekening tabungan dari rekening operasional, serta sisihkan sebagian dana untuk kebutuhan pribadi tanpa rasa bersalah.
Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu dibutuhkan.
Semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang kemandirian, termasuk dalam hal finansial. Dengan bekal literasi keuangan yang baik, perempuan Indonesia diharapkan mampu meraih masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar