GEBRAK SETIA : Gerakan Bersama Kader Satgas Remaja Tanggap HIV/AIDS Berbasis Digital
Human Immunodefficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih sehingga menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia, sementara Acquired Immune Defficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang muncul karena menurunnya daya tahan tubuh karena terinfeksi virus HIV. HIV memiliki gejala seperti demam, sakit tenggorokan, pembengkakak kelenjar getah bening, ruam di kulit, nyeri otot, mudah lelah, menggigil, berkeringat di malam hari, dan sariawan setelah dua sampai empat minggu setelah terinfeksi dan dapat berlangsung selama beberapa hari ataupun minggu, namun gejala tersebut belum tentu menandakan seseorang terinfeksi virus HIV karena gejala tersebut juga dapat mengindikasikan penyakit lain, dan virus ini juga terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali sehingga diperlukan serangkaian tes unuk mengetahui apakah kita terjangkit virus HIV atau tidak.
Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seks bebas (berganti-ganti pasangan) dan sejenis (terutama pria dengan pria), pemakaian jarum suntik secara bergiliran dan transfusi darah daan transplantasi organ dari pengidap HIV/AIDS dan transmisi dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya selama proses kehamilan, melahirkan hingga menyusui. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan virus HIV/AIDS secara menyeluruh baik secara medis maupun non medis (herbal), virus ini hanya bisa ditekan perkembang biakannya dengan mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV) yang telah disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah untuk pengidap HIV/AIDS, obat ini hanya dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan jumlah virus sehingga tidak dapat mengeluarkan virus dari dalam tubuh sehingga pengidap HIV/AIDS harus mengkonsumsi obat ini seumur hidup mereka dengan aturan minum yang sangat ketat, selain itu mereka juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar mereka dapat hidup lebih sehat, produktif dan dapat berkeluarga (menikah dan memiliki keturunan) tanpa khawatir akan menularkan penyakit mereka pada pasangan dan anak mereka nantinya.
Mengingat betapa berbahayanya virus ini, pada tahun 2019 Rizka Ayu Setiani, seorang tenaga medis merasa terpanggil untuk mengedukasi masyarakat tentang HIV/AIDS dengan membentuk sebuah program bertajuk Gerakan Bersama kader Satgas Remaja Tanggap HIV/AIDS di Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) yang berfokus untuk memberdayakan remaja melalui edukasi dan terlibat aktif dalam encegahan HIV/AIDS dengan menggelar penyuluhan pencegahan HIV/AIDS pada masyarakat hingga memperluas cakupan tes HIV sampai ke kalangan remaja, ia juga ingin menghapus stigma bahwa hiv/AIDS hanya menjangkit kalangan tertentu (seperti Wanita Tuna Susila (WTS) atau lelaku yang berhubungan dengan sesama jenis), tetapi kalangan umun seperti IRT, dan bahkan remaja pun dapat terjangkit virus ini tanpa mereka sadari.
Gebrak Setia juga memiliki beberapa program, diantaranya konseling dan edukasi yang dilakukan oleh konselor remaja di berbagai karang taruna, posyandu remaja hingga sekolah, selain itu program ini juga memanfaatkan teknologi, dengan menggunakan platform media sosial, aplikasi dan website untuk memberi edukasi pada masyarakat luas terutama kaum remaja dengan melakukan pendekatan secara interaktif, mudah dipahami dan menarik bagi remaja dengan menggelar webinar dan diskusi online agar meningkatkan kesadaran HIV/AIDS. Kampanye melalui media sosial ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama para influencer lokal agar dapat menjangkau banyak audience sementara layanan konseling digital diluncurkan agar remaja dapat berkonsultasi dengan sesama remaja melalui situs web.
Mereka juga meluncurkan EKSTRIM.org, sebuah platform digital untuk memberi edukasi serta pencegahan HIV/AIDS,yang menyediakan berbagai layanan gua meningkatkan kesadaran masyarakat terurama remaja dalam pencegahan, resiko dan penanganan HIV/AIDS, salah satu fiturnya adalah layanan screening mandiri berbasis Google Docs, dimana para remaja dappar mengisi form untuk menilai resiko HIV secara mandiri dan privasi mereka terjaga dengan pertanyaan yang mudah mereka pahami dan dapat mengevaluasi tingkat resiko mereka tanpa harus bertatap muka dengan petugas kesehatan, jika terindikasi memiliki resiko tinggi, mereka akan diarahkan untuk mendaftar tes HIV sesuai domisili agar memudahkan akses transportasi mereka dan agar mereka dapat ditangani lebih lanjut dengan tepat.
Meraih Penghargaan Satu Indonesia Award tahun 2023 Kategori Kesehatan Individu
hingga saat ini, GEBRAK SETIA telah merangkul ribuan remaja di berbagai kota/kabupaten di Jawa tengah dan berdampak positif dengan adanya peningkatan kesadaran dan cakupan tes, selain itu juga berkat perjuangannya dalam menyadarkan dan mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS, Rizka Ayu Setiani mendapat penghargaan dari ASTRA, Satu Indonesia Award pada tahun 2023, ketekunan, tekat dan inovasinya berhasil memberdayakan masyarakat di jawa tengah dan juga menjadi contoh yang patut kita tiru bahwa media sosial dapat bermanfaat untuk sarana edukasi bagi masyarakat termasuk dalam bidang kesehatan
