Jumat, 01 November 2024

Cegah Bahaya Human Trafficking Dengan Edukasi Dari Relawan Tambolaka

 




Menurut Pasal 1 Angka 1 UU21/2017 Human trafficking atau perdagangan manusia merupakan Tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan acaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik dilakukan didalam negara maupun antarnegara, untuk tujuan eksploitasi ataupun menyebabkan orang  tereksploitasi. Human trafficking ini dilakukan dengan beberapa modus, yaitu pengiriman TKI keluar negeri tanpa dokumen resmi atau dengan dokumen palsu, dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK), kawin kontrak, merekrut anak dibawah umur dengan upah minim dan kondisi pekerjaan yang mengancam kesehatan, mental dan moral, dan juga adopsi anak tanpa mengikuti prosedur yang benar/illegal. Faktor ekonomi dan Pendidikan menjadi penyebab utama  maraknya human trafficking, karena diiming-imingi pekerjaan dengan gaji yang lebih besar diluar daerah ataupun luar negeri dengan harapn mereka dapan meningkatkan taraf hidup mereka, ditambah tingkat pendidikan yang rendah membuat mereka mudah untuk ditipu dan diekspoitasi karena mereka juga kesulitan untuk mencari pekerjaan sehingga mereka tergiur atau terpaksa mengirimkan anggota keluarga mereka untuk ikut bekerja dengan pelaku karena mereka juga tidak memiliki pengetahuan mengenai hak-hak mereka dan cara melindungi diri dari situasi yang merugikan mereka.

Korban human trafficking biasanya memiliki trauma yang mendalam dan memprihatinkan atau bahkan tak jarang mereka pulang tinggal nama dan bahkan jasadnya saja tidak bisa dipulangkan karean mereka mendapat perlakuan buruk dari atasan/majikan mereka, seperti jarang diberi makan, dianiaya, dan jika perempuan tak jarang mereka mengalami pelecehan seksual, tak diberi upah yang layak bahkan tak jarang tidak diberi upah sama sekali, tak diberi fasilitas yang memadai, terisolir dari dunia luar karena mereka tidak diperbolehkan keluar dari rumah yang mereka tempati bahkan saat mereka sedang sakit dan membutuhkan bantuan medis, mereka juga tak diberi akses komunikasi sehingga sulit bagi mereka untuk menyelamatkan diri mereka, sementara disisi lain keluarga mereka mulai mengkhawatirkan mereka karena sudah lama hilang kontak, tetapi mereka bingung dan tidak tahu bagaimana cara untuk menemukan dan memulangkan mereka.

DiIndonesia sendiri Human Trafficking masih seering terjadi terutama diwilyah terpencil dan terluar, hal inilah yang membuat Ronaldus Asto Dadut merasa resah, khawatir dan tergerak untuk mengurangi dan mencegah penjualan manusia apalagi setelah ia diminta oleh salah seorang dosen dari kampus Unwira untuk menjemput korban human trafficking yang telah disekap selama 3 bulan yang berjumlah sebanyak 15 orang yang kebanyakan perempuan dalam kondisi depresi dan memprihatinkan, terlebih ada juga anak-anak yang kondisinya tak kalah memprihatinkan pada tahun 2014 lalu saat ia masih berkuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana, Kupang. Dari situ ia mulai mendirikan sebuah komunitas sosial bertajuk J-RUK (Jaringan Relawan untuk Kemanusiaan).

Komunitas J-RUK memiliki beberapa kegiatan utntuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya human rafficking, seperti mengadakan edukasi pada masyarakat setiap akhir pekan disekolah, gereja, masjid, dan juga kantor desa yang dirancang untuk memberi informasi yang mendalam tentang bahaya human trafficking, cara mengenali tanda-tandanya, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan baik oleh individu maupun komunitas dengan harapan membangun kesadaran yang lebih luas dan mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam pencegahan human trafficking, membangun 7 taman baca di sejumlah puskesmas yang dapat dimanfaatkan baik oleh pasien maupun pengantar pasien untuk membaca berbagai macam buku saat mereka menunggu pelayanan untuk mereka, selain meningkatkan minat baca, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang berguna baik tentang kesehatan, kesejahteraan, maupun tentang human trafficking sehingga mereka bisa mencegah dan mengantisipasinya,, serta memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungannya, sanitasi dan praktek yang baik untuk mencegah penyakit agar mereka terhindar dari berbagai macam penyakit yang bisa mengganggu aktivitas mereka, kegiatan ini biasanya diakhiri dengan pembagian donasi berupa alat mandi, susu, vitamin, atau berupa produk lain yang disumbangkan oleh donator.

Kegiatan yang dilakukan oleh J-RUK telah mengedukasi kebersihan dan kesehatan kepada sebanyak hamper 3000 anak dan lebih dari 5000 orang dewasa mengenai pencegahan praktik human trafficking dengan harapan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat yang telah mereka berikan pada anak-anak dapat dijalankan dengan baik agar pola hidup mereka bisa lebih baik dan mengurangi resiko terkena penyakit sehingga kualitas hidup mereka bisa meningkat. Selain itu juga memberi pemahaman pada orang dewasa tentang bahaya human trafficking, tanda-tanda dan cara mencegah praktek tersebut sehingga masyarakat menjadi lebih waspada dan terlindungi, edukasi ini juga membantu mengbah pandangan mereka terutama tentang pekerjaan yang tersedia dan dapat mereka tekuni selain menjadi Tenaga Kerja Indonesia/TKI dengan memperkenalkan berbagai alternatif mata pencaharian kepada masyarakat seperti bertani, berkebun, menjadi pengrajin, dan sebagainya agar mereka dapat membantu masyarakat untuk melihat bahwa mereka memiliki pilihan yang lebih aman dan berkelanjutan serta membuat mereka masih bisa berkumpul dengan keluarga mereka. Selain itu mereka juga memberikan arahan dan informasi tentang cara menghindari jebakan human trafficking serta peluang yang lebih aman bagi masyarakat yang memang bersikukuh ingin menjadi TKI,

Berkat dedikasi, semangat, usaha dan perjuangannya pada tahun 2017 Ronaldus Asto Dadut menerima penghargaan dari SATU Indonesia Award dalam kategori kesehatan, penghargaan ini merupakan apresiasi dari upaya luar biasa yang telah dilakukan oleh Ronaldus Asto Dadut dan komunitas J-RUK dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya human trafficking dan juga berbagai langkah prefentif untuk mencegahnya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan dan menjalankan kehidupan mereka lebih baik lagi dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat, juga selalu mawas diri dengan segala bahaya dan ancaman human trafficking, serta memberikan opsi mata pencaharian yang lebih aman dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada.